Makanan Halal dan Haram

Catatan singkat pengajian Al-imanu (Indonesian Muslim Association in Newcastle) tentang makanan halal dan haram.
Kaidah 1. Hukum asal semua yg ada di bumu halal, kecuali ada dalil yang mengharamkan.
Kaidah 2. Benda yang suci seperti biji2an seperti beras hukumnya halal.
Kaidah 3. Semua najis hukumnya haram dimakan, tapi tidak semua yang haram itu najis.
Kaidah 4. Walaupun makanan tidak najis, tapi memiliki keburukan bagi yang memakan hukumnya haram. Misalnya racun, makanan2 pantangan bagi orang sakit, minuman beralkohol, rokok (kedokteran menyatakan bahwa rokok membunuh manusia).
Kaidah 5. Hewan yang hidup di air/laut (selalu hidup di air) hukumnya halal. Termasuk anjing laut, bahkan putri duyung jika memang ada.
 
Selain hewan air (darat dan hidup di 2 tempat), ada perincian2 berikutnya.
Kaidah 6. Hewan di darat dan hidup di 2 tempat hukumnya halal, kecuali:
– keledai yang sudah dipekerjakan (tapi keledai liar hukumnya halal).
– hewan yang punya taring dan dengan taringnya dia berburu. Misalnya singa, harimau, semua kucing, anjing, serigala. Sebabnya ada sifat memusuhi hewan lain pada hewan2 tsb.
– hewan yang memiliki cakar dan dipakai berburu. Misalnya elang, rajawali, burung hantu. Ayam punya cakar tapi tidak utk berburu shg halal.
– hewan yang makan bangkai, misalnya gagak (terdapat perbedaan pendapat antara ulama). Pendapat terkuat adalah tetap halal karena terdapat perubahan zat pada sesuatu yg sudah di makan.
– hewan yang dianggap jijik. Misalnya kecoa, cicak, cacing.
– hewan yang dilarang untuk dibunuh seperti kodok
– hewan yang diperintahkan untuk dibunuh. Misalnya ular, kalajengking. Sebabnya hewan tersebut memiliki sifat memusuhi, sehinga dikhawatirkan manusia mewarisi sifat tersebut.
– buaya harus lebih diteliti lagi, jika dianggap sebagai hewan air maka halal, tapi jika sebagai hewan hidup di 2 tempat maka haram karena bertaring.
Kaidah 7. Dalam kondisi darurat, semua menjadi halal kecuali makanan yang bersifat racun. Boleh makan babi dalam kondisi darurat, harus disembelih sesuai syariat, namun tidak boleh sampai kenyang.
Kaidah 8. Kalau berupa hewan sembelihan, harus disembelih dengan menyebut hanya nama Allah dan dengan alat yang tajam oleh orang islam atau ahli kitab (hanya ahli kitab pada jaman nabi muhammad saw, nasrani yang belum berubah/menyimpang). Kalau kita pergi ke suatu negara, perhatikan apakah mayoritas penduduknya ahli kitab (seperti Inggris). Jika ya, maka makan hewan halal di restoran fastfood di negara tersebut dibolehkan. Namun, jika ke negara seperti thailand, myanmar, china, maka kita harus lebih teliti menyelidiki kehalalannya.
Di Inggris, ada logo makanan Vegetarian. Walaupun pasti tidak ada kandungan hewan, pastikan tidak ada bahan haram yang dipakai seperti alkohol.
Akibat makan makanan yang tidak halal adalah doa kita tidak diijabah oleh Allah, mendapat murka Allah dan pertanggungjawaban di akhirat.
Kalau pernah makan makanan tidak halal, sebaiknya bertekad utk tidak mengkonsumsinya lagi dan bertaubat.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: